learn

Energi Hijau

Bagaimana brand DGeo Green menerapkan energi bersih dan ramah lingkungan dalam produksi dan operasional

Gambaran Umum

Energi Hijau (energi bersih/ramah lingkungan) adalah pilar kedua indeks DGeo Green. Brand harus menunjukkan penggunaan aktif energi bersih dalam proses produksi atau operasional mereka.

Apa yang Memenuhi Syarat sebagai Energi Hijau

Untuk Produksi (UMKM)

  • Sumber energi terbarukan yang menggerakkan peralatan manufaktur
  • Pengurangan emisi karbon dibandingkan metode produksi konvensional
  • Praktik berkelanjutan yang meminimalkan jejak lingkungan
  • Proses bebas kimia atau berkurang kimia (misalnya pertanian berbasis enzim)
  • Untuk Pariwisata & Perhotelan

  • Listrik 24 jam dari sumber energi terbarukan/bersih
  • Operasional yang tidak merusak ekosistem lokal
  • Pembangkit listrik berkelanjutan di kawasan sensitif secara ekologis
  • Kemandirian energi tanpa ketergantungan bahan bakar fosil
  • Contoh Implementasi

    Keripik Keladi Asin Pelangi — Produksi Hijau

    Keripik Keladi Asin Pelangi di Sorong menggunakan energi bersih di seluruh proses produksi keripik keladi. Ini mengurangi emisi karbon sambil mempertahankan kualitas produk — membuktikan bahwa produksi pangan UMKM bisa tradisional sekaligus berkelanjutan.

    Beras Hitam Sehat Marolis — Pertanian Hijau

    Beras Hitam Sehat Marolis menggunakan pupuk organik berbasis enzim (POC Marolis) menggantikan pestisida kimia. Pendekatan ini:
  • Merevitalisasi tanah yang rusak akibat pertanian kimia
  • Mengurangi ketergantungan pestisida secara alami
  • Mengendalikan hama melalui teknologi enzim tanpa kerusakan ekosistem
  • Menghasilkan beras lebih sehat dengan kandungan nutrisi alami lebih tinggi
  • Homestay Raja Ampat — Pariwisata Hijau

    Baik Homestay Farasman Soasiu maupun Nut Tonton Homestay beroperasi dengan energi hijau di Raja Ampat — salah satu lingkungan laut paling biodiversitas di dunia. Pembangkit listrik konvensional akan merusak ekosistem terumbu karang, menjadikan energi hijau bukan sekadar pilihan tetapi keharusan.

    Mengapa Energi Hijau Penting bagi Brand Lokal

  • Perlindungan lingkungan — Sumber daya alam Indonesia adalah aset ekonomi inti
  • Preferensi konsumen — Permintaan yang meningkat untuk produk yang diproduksi secara berkelanjutan
  • Keselarasan regulasi — Inisiatif ekonomi hijau dan komitmen iklim Indonesia
  • Keunggulan kompetitif — Diferensiasi di pasar lokal yang semakin ramai
  • Kelangsungan jangka panjang — Operasional berkelanjutan mengurangi ketergantungan pada biaya bahan bakar yang volatil